Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Sebuah Puisi Prosa "Kepada yang Saat Ini Tidak Dapat Kusebutkan Namanya" karya Eva Nurhasanah (Memo Qalbu)

Sebuah Puisi Prosa "Kepada yang Saat Ini Tidak Dapat Kusebutkan Namanya" ***   Tulisan ini aku tujukan untuk satu jiwa yang saat ini begitu jauh dari pandanganku, ia jarang sekali kulihat; namun entah mengapa jika aku rida pada ketetapan Tuhanku, ia begitu sangat dekat.   ***   “Biarlah cinta Tuhan menjadi perisai yang senantiasa menjaga dan melindungimu di mana pun kamu berada.”   ***   Hari ini, ketika atmosfer yang kamu hirup masih mengalirkan denyut nadi di antara luasnya semesta yang terpatri, alterasi waktu akan senantiasa menggerakkan dan membawa dirimu kembali, dari satu sisi ke lain sisi, dan dengan atau tanpa kamu sadari, konstelasinya akan terus kamu ulangi. Maka untuk kali ini, saat kamu membaca tulisan ini, saat kamu memutarbalikkan memori: aku ingin kamu perlahan menenangkan dirimu sejenak, aku ingin kamu merenungkan setiap ketetapan yang telah membentukmu dengan bijak, sebelum pada akhirnya jiwamu menyerap segala sesu...

Sepenggal Kata dari "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer yang Ditulis Ulang oleh Eva Nurhasanah (Memo Qalbu)

Gambar
Gambar: Sketsa Strata oleh Eva Nurhasanah (Memo Qalbu) Eropa, Pribumi; Indo, atau Asli; begitu pun mereka yang mengaku kaum terpelajar dan berpendidikan, serta gaya dan bahasa Eropa yang mereka gunakan; semua latar belakang manusia bukanlah jaminan untuk mereka bisa menegakkan sebuah keadilan; baik itu di dalam pikiran —  maupun tindakan yang mereka lakukan. —Pramoedya Ananta Toer dalam Novel "Bumi Manusia" yang ditulis ulang oleh Eva Nurhasanah (Memo Qalbu)